waktu aku masih duduk di kelas 11 SMA, aku pernah punya cerita yang mungkin cerita ini pernah kalian alami juga. tau TMT ? ya, Teman Makan Teman. itu pernah aku alami, mungkin pas kalian baca ini bakalan akan menyalahkan aku. cerita ini dimulai pas pertengahan semseter, aku punya teman perempuan, Dena aku umpamakan itu namanya. dia saat itu sedang menyukai seorang anak laki -laki teman satu kelas aku dan dia,aku umpamakan namanya Dio. awalnya dia selalu tiba - tiba salah tingkah jika Dio lewat di depan hadapan kami yang sedang duduk, lalu aku menanyakan apakah dena menyukai dio? dena hanya tersenyum saja setiap kali aku tanyakan, seiring berjalananya waktu rasa suka dena ke dia semakin besar, hingga suatu ketika dia tiba - tiba dio selalu mendekatiku tanpa alasan yang jelas, mulai dari ketika aku belajar dio selalu duduk disebelahku, karena tidak ada perasaan curiga aku menganggap hal tersebut adalah hal biasa. tidak kusangka ternyata kedekatan aku dan dio dianggap spesial oleh dena dan teman teman sekelasku. tingkah laku dio yang selalu memancing mancing perhatianku rupanya membuat dena cemburu, dena ternyata memiliki teman curhat yang bernama kesha, mereka berdua rupanya sering membicarakan kedekatanku dengan dio, hingga pada suatu hari saat aku,dena dan kesha pulang sehabis menonton pertandingan basket, dena tiba tiba saja sakit dan pada saat perjalanan pulang di dekat lapangan parkir, aku bertemu dengan dio dan dia pun menyapa ku, lalu kesha menepuk punggungku dan berkata agar aku meminta dio mengantarkan dena pulang. lalu aku menghampiri dio dan berkata jika dena sakit dan dia ingin diantar dio, dio malah tersenyum dan berkata " kenapa bukan kamu yang aku antar pulang?". karena aku mengira itu hanya gurauan dio, aku membalasnya dengan berkata " yasudah nanti kamu balik lagi kesekolah untuk menjemputku". dio akhirnya pergi mengantar dena pulang, karena aku mengira perkataan aku dan dio tadi hanya lelucon dan dio pun mungkin tidak akan kembali lagi kesekolah untuk menjemputku, aku pun pulang dengan temanku tanpa menunggu dio. keeseokan harinya temanku elva menyapaku dan berkata " tadi malam aku bertemu dio diparkiran, lalu ia menanyakan padaku kamu dimana? " tidak aku sangka ternyata dia kembali lagi kesekolah untuk menjemputku pulang. disaat itulah muncul sebuah perasaan suka ku terhadap dio. semakin hari kedekatanku dengan dio semakin memunculkan rasa suka atau bahkan lebih dari itu. disni lah dilema ku muncul, perasaan sayang yang seharusnya tidak boleh ada untuk dio semakin hari semakin menyiksa. antara temanku dena atau dio. hingga akhirnya dena mulai menjauhiku karena kedekatanku dengan dio yang semakin dekat. aku seperti selalu dipojokan oleh dena dan kesha, padahal aku sudah berusaha untuk menjauhi dio tapi dio malah semakin mendekatiku. hingga pada suatu malam aku mengirimi pesan ke dio tentang perasaan suka dena kepadanya, dio pun sudah merasa kalo dena memang suka padanya. dio membalas pesanku dengan berkata " dena itu tidak seperti kamu, terlalu serius tidak bisa aku ajak bercanda, jadi setiap kali dia mengirimi aku pesan, aku bingung jadinya mau balas apa takut salah bicara." tapi aku terus mencoba agar dio bisa suka kepada dena meskipun tidak membuahkan hasil. karena setiap kali kami ngobrol aku selalu membicarakan tentang dena kepada dio, dio pun merasa aku sedang mencoba membuat dio suka kepada dena. hingga pada akhirnya cerita aku dan dio tidak pernah menjadi suatu hubungan dengan status yang jelas, karena dio memilih melepaskan ku agar tidak merusak hubungan persahabatanku dengan dena. hingga sampai saat ini dio tidak pernah menyapaku lagi jika berpapasan atau ditempat umum hanya demi menjaga hubungan persahabatanku dengan dena.
Jumat, 11 Desember 2015
kisah klasik SMA
Langganan:
Komentar (Atom)